Kamis, 28 Juni 2012

Alfred Marshall


Alfred Marshall lahir di Bermondsey, London pada tahun 1842. Ayahnya seorang juru tulis di Bank. Untuk mempelajari pasar individu, Marshall mengembangkan analisis permintaan dan penawaran. Lereng kurva penawaran yang menaik menunjukan hukum penawaran dan menjelaskan bahwa ketika harga naik, produsen akan lebih banyak berproduksi dan membawa lebih banyak barang ke pasar. Lerng kurva permintaan yang menurun menunjukan hukum permintaan dan menjelaskan bahwa ketika harga jatuh / turun konsumen akan membeli lebih barang dalam jumlah yang lebih besar. Permintaan dan penawaran menentukan harga tiap barang dan jumlah tiap barang yang akan diproduksi.
Marshall berpendapat bahwa persaingan akan mendorong harga aktual menjadi harga keseimbangan. Jika harga barang ditetapkan diatas harga keseimbangan, produsen tidak akn mampu menjual barang sehingga persediaannya menumpuk. Hal ini memberikan tanda bahwa  produsen harus menurunkan harga dan mengurangi produksi. Disisi lain, jika harga barang ditetapkan dibawah harga keseimbangan, konsumen akan membeli lebih banyak sehingga persediaan barang menurun. Hal ini merupakan tanda untuk produsen menaikan harga dan menambah produksi. Dengan demikian kuantitas dan harga barang menuju titik keseimbangan karena pada titik inilah perusahaan dapat menjual semua produk mereka.
Salah satu kontribusi penting Marshall untuk ilmu ekonomi adalah gagasan tentang elastisitas. Gagasan elastisitas berusaha memastikan berapa banyak akibat yang dihasilkan oleh sebab tertentu. Jika beberapa sebab menghasilkan akibat yang besar, hubungan ini disebut elastis dan jika sebab hanya menimbulkan akibat yang kecil, maka hubungannya di sebut tidak elastis.

Sumber : Lima Puluh Pemikir Ekonomi Dunia               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar